Buatlah Banyak Jendela!

 

Bayangkan bagaimana rumah tanpa jendela! Pengap, menjenuhkan, terkungkung, gelap, membosankan, dan bisa terjadi banyak hal yang kurang menyenangkan lainnya. Terasa pentingnya sesuatu ketika ia (mungkin) telah tidak ada. Tapi, jangan tunggu tak ada jendela dahulu baru engkau rasakan kebermaknaannya. Jendela, tempat di mana kita bisa melihat ke mana pun. Tempat kita bisa menambah kekayaan pikir dengan kita mengunjunginya. Tempat kita bisa mendapatkan ‘kesegaran’ visual, auditori, bahkan penciuman pada satu tempat. Betapa jendela memiliki banyak manfaat, bagi kita dan tentunya orang lain juga.

Bagaimana menciptakan banyak manfaat dalam hidup ini? Salah satunya adalah dengan menciptakan banyak jendela! Jendela yang bisa membawa penikmatnya menuju suatu tempat indah kemudian membawa indah tersebut untuknya dan juga untuk sekitarnya. Menulislah! Dengan tulisanmu, tercipta banyak jendela. Bukan hanya ada satu binar mata atau senyum cerah setelah menikmati jendela yang engkau buat. Tapi binar dan senyum itu bisa berlipat, berlipat, hingga jumlah yang tak engkau kira ketika mereka berbagi jendela, berbagi manfaat. Menulislah! Ada sebuah kata bijak yang menyebutkan, “Ikatlah ilmu dengan menulis.” Dengan menulis kita mengulang kembali, menstrukturkan kembali apa-apa yang kita alami, yang ada di pikir, dan mencoba untuk ‘menyebarkan’ hal tersebut lagi dan lagi, sini dan sana.

Bukan hanya satu jendela yang dibutuhkan dalam hidup ini! Jendela yang bisa menjawab berbagai dinamika dalam hidup tak cukup satu. Yuk, ciptakan banyak jendela, cerahkan dunia ini, dengan menulis!

 

Belajar dari Film Mission Impossible-Fallout…

Kali ini kita coba melihat dunia lewat jendela film! Misssion Impossible adalah salah satu film yang banyak ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Film Mission Impossible baru dirilis pada beberapa minggu lalu, memiliki penggemar yang tentunya tidak sedikit! Bayangkan sudah sejak tahun 1966 film ini sudah dikenal. Kira-kira ada berapa generasi yang ‘kenal’ dengan film ini ya? Film yang kepopulerannya tak lekang oleh waktu ini, cocok selalu setia dengan sekuel-sekuelnya karena ‘mission impossible’ memang selalu ada dalam kehidupan ini. Mission impossible bukan hanya ada di tahun 1966 saja, tapi hingga tahun 2018 ini!

Kekhasan yang cukup kuat ditonjolkan dari film ini adalah betapa sungguh tidak biasanya (baca: tidak masuk akalnya) misi yang diemban oleh tokoh utamanya, yakni Ethan Hunt. Namun setidakmungkinnya misi tersebut, ada 1001 cara yang membuat akhirnya Ethan berhasil menuntaskan misi-misinya. Ada banyak adegan film yang menunjukkan betapa nasib Ethan diujung tanduk, tapi entah dari mana asalnya, pertolongan pasti ada. Entah datang dari orang yang dulu pernah ditolongnya, dari bala bantuan yang datang, atau justru dari kesalahan yang dilakukan oleh lawannya.

Kekhasan selanjutnya yang menjadi kekuatan dari film ini adalah betapa ‘rapi’ disajikannya konflik demi konflik sepaket dengan berbagai ‘kecanggihan’ penyelesaiannya. Kecanggihan efek yang disajikan dalam film ini jugalah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar film ini.

Ada yang pelajaran menarik dari film Mission Impossible- Fallout ini. Betapa ternyata salah satu kekuatan yang paling besar adalah kekuatan ikatan hati. Secanggih-canggihnya teknologi yang kita miliki, bisa saja tidak berfungsi sebagai mestinya karena hal yang tidak bisa diprediksi. Namun ikatan hati lah teknologi yang paling canggih yang sebenarnya. Ikatan hati adalah teknologi yang paling berharga kerena ia tidak bisa diproduksi di pabrik mana pun di seluruh dunia. Ia adalah teknologi yang tidak tertandingi harganya. Ikatan hati ini lah yang sangat berperan dalam penyelesaian misi Ethan Hunt kali ini.

Bagaimana dengan mission impossible kalian? Apa yang paling berperan dalam penyelesaiannya?

 

Jangan Khawatirkan Rezekimu, Selama Engkau Sudah …

Sudah beberapa pagi ini aku memperhatikan sebuah toko kelontong yang hampir selalu kulewati dalam perjalanan berangkat kerjaku. Toko atau lebih tepat disebut sebagai kios ini tampak selalu ada pembelinya. Di luar kios tergantung beberapa bungkusan tali rapia, sedangkan di bagian depannya terdapat nampan berisi roti. Dari luar tampak ada juga dus amplop, minuman air mineral kemasan gelas, lem kertas, mie instant, dan ada juga beberapa plastik berisi kerupuk yang tergantung berdampingan dengan bungkusan tali rapia. Aku yakin ada juga benda-benda lain yang dijual di kios tersebut, namun tak tampak dari luar.

Kalau kita bandingkan kios tersebut dengan mini market yang terletak tak jauh dari kios tersebut pasti sudah terbayang perbandingan kelengkapan benda-benda yang dijualnya bukan? Namun tampaknya selalu ada alasan mengapa orang-orang akhirnya membeli benda-benda ke kios tersebut. Jika dipikir juga, entah apa alasan yang membuat pada suatu hari ada saja orang yang membutuhkan tali rapia. Padahal kalau dipikir menggunakan teori kemungkinan, orang yang membutuhkan ‘jasa’ tali rapia mungkin bisa jadi hanya 1 dari 15 orang. Tapi 1 orang tersebut bisa jadi ada setiap harinya! Hal yang sama bisa terjadi juga pada benda lainnya yang dijual di toko tersebut. Ada banyak roti yang lebih bermerk dijual di mini market atau toko lainnya. Tapi ada saja orang yang membeli roti di kios tersebut. Ya, alasan ‘entah mengapa’ tersebut yang terkadang di luar logika kita lah yang seperti disebutkan dalam Qur’an surat An Naml (27) ayat 75:

“Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).”

Rezeki adalah salah satu hal yang sudah diatur oleh Allah. Hal ini lah yang membuat segala sesuatu terkadang tampak seperti di luar logika. Ketika orang membeli sesuatu di tempat yang sepertinya kalau secara logika tampak agak tidak mungkin kita pergi ke situ. Atau bisa juga ketika kita sedang membutuhkan barang yang jarang, tapi tiba-tiba ada tetangga kita yang memberikannya kepada kita dengan cuma-cuma. Ada beribu bahkan berjuta cara Allah ‘menggerakkan’ sesuatu hingga akhirnya rezeki bisa kita nikmati. Entah itu kita atau orang lain yang ‘digerakkan’ Nya.

Jadi jangan khawatirkan rezeki dalam hidupmu, selama engkau sudah ‘bergerak’ dan tentunya juga selalu mengingat Nya.

 

Mari Bersenang-senang dengan Pekerjaan Kita!

Pernahkah terlintas di benakmu mengapa engkau ada di bumi ini? Mengapa engkau terlahir di dunia ini? Mengapa ada Si A di kelasmu? Mengapa ada Si B yang menjadi kakakmu? Mengapa Si C menjadi temanmu? Juga berjuta mengapa-mengapa lainnya yang intinya engkau mempertanyakan apa tujuan eksistensinya di dunia ini. Tak usahlah kita terlalu pusing dengan mengapa A begini mengapa B begitu. Tapi yang patut dipikirkan adalah bagaimana kamu menemukan alasan yang pertama, “Mengapa Tuhan menciptakanmu?” Ini tentu ada alasan atau tujuan mengapa kita ada di dunia ini. Tujuan itu adalah kata kuncinya.

 

Setiap orang diciptakan Tuhan dengan misinya masing-masing. Ada yang memang memiliki misi sebagai enterpreneur, sebagai dosen, sebagai pegawai pemerintahan, sebagai desiner interior, dan berbagai profesi lainnya. Kalau kita melihat dengan lebih dalam, profesi yang kita pilih (sebagian) berdasarkan kemampuan atau keterampilan yang kita miliki. Nah kemampuan dan kemampuan ini, berdasarkan pada minat kita. beruntunglah orang-orang yang berprofesi sesuai dengan minatnya. Terbayang, dengan minat akan lebih banyak manfaat yang ia bisa buat dalam pekerjaannya. Kalau dalam peribahasa seperti, “Sambil menyelam minum air”.

 

Untuk kamu yang memiliki profesi yang tidak sesuai dengan minat, tak perlu bersedih hati. Bukan berarti tidak bisa bersenang-senang dalam menjalani profesi kita ya. Bersenang-senang adalah bonus kita dalam bekerja. Dan bagaimana kita memperoleh bonus, tentunya dengan berusaha bukan? Tapi ingat ya, bonus dalam hal ini berbeda prinsip dengan bonus pada umumnya. Bonus dalam hal bersenang-senang ini tidaklah berbentuk nominal, tapi berbentuk kebahagiaan psikis.

 

Bentuk bonus yang berbeda ini, berbeda pula cara mengusahakannya. Penasaran? Sederhana saja kok bagaimana bersenang-senang dalam bekerja. Syukuri setiap hal dalam pekerjaanmu!

“Aku tak bisa bersyukur, bagaimana bisa mensyukuri sesuatu yang tidak kita sukai?” Pekalah, bahwa terdapat pelajaran dalam berbagai episode hidup kita, baik itu episode suka maupun duka. Misal: ketika target pekerjaan seakan tak tuntas-tuntas. Di situlah kita belajar bagaimana mengatur efektifitas waktu dalam bekerja. Kejadian lainnya adalah merasa sering diperlakukan tidak adil oleh rekan kerja. Saat itulah kita belajar untuk lebih terbuka kepada rekan juga atasan kerja kita. Jika masih belum juga menemukan hal apa yang hendak kamu syukuri, ingatlah bahwa di luaran sana ada orang lain yang sangat memimpikan ingin menempati posisi kerjamu sekarang. Betapa menyenangkan ketika kita bisa menebar manfaat lewat tugas-tugas dalam pekerjaan kita, bersenang-senang, dan mendapatkan gaji pula! Intinya, terima, syukuri, dan jalanilah hidup (baca: pekerjaanmu) dengan baik karena hidup bukan hanya untuk dijalani tapi juga untuk dinikmati. Selamat bersenang-senang dalam menjalani pekerjaanmu!

 

Yuk, Bernostalgia Lewat Si Doel The Movie!

Serial Si Doel Anak Sekolahan, adalah salah satu serial televisi yang kekinian pada zamannya. Serial yang diangkat dari novel Si Doel Anak Betawi karya Aman Datuk Madjoindo ini, kekinian sekitar tahun 90-an. Siapa sangka, di era millenial ini, di tahun 2018 Si Doel diangkat ke layar lebar. Bayangkan, serial sekitar 20 sekian tahun silam dihadirkan kembali dalam bentuk layar lebar! Terbayang, betapa film ini membuat para penikmatnya di tahun 90-an menjadi penasaran bagaimana nasibnya Si Doel, Sarah, Jaenab, Atun, Mandra, dan tokoh lainnya di tahun 2018 ini. Tapi jangan khawatir untuk kalian yang masih belum lahir di tahun 90-an itu atau masih bayi di kala itu, bukan berarti tidak dapat menikmati film ini versi layar lebar.

 

Film ini sukses lho dalam membawa penikmatnya kembali ke tahun 90-an. Setting tempat dalam film sungguh seakan membius penontonnya dan berjalan-jalan ke era ketika serial ini berjaya. Walaupun sebagian besar setting tempatnya bukan di Betawi, tapi tokoh-tokohnya tetaplah kental dalam membawakan budaya lokal. Sarah yang notabene tinggal belasan tahun di Belanda, tetaplah hangat dan tak lupa akan makanan Indonesia. Belanda, ini adalah pembeda film ini dengan serial aslinya. Film ini banyak menampilkan kecantikan negeri Belanda. Mulai dari kecantikan tulipnya, deretan tempat tinggal di sana, berbagai transportasinya, dan yang paling tampak lainnya adalah betapa dinginnya udara di sana. Ini mungkin kurang penting , tapi rasanya ingin aku sampaikan. Saking terbawa pengaruh betapa dinginnya Belanda di film ini, AC bioskop pun seakan menambahkan unsur 5 dimensi saat menonton.

 

Film ini diawali dengan kisah Si Doel dan Mandra yang diminta Hans untuk datang ke Belanda. Hans minta bantuan Doel untuk membawa berbagai barang untuk sebuah festival di sana. Dengan akomodasi yang ditanggung oleh Hans, akhirnya Doel dan Mandra pun pergi ke sana. Ternyata sesuai dengan dugaan Atun adiknya Doel, tampaknya ada maksud lain yang membuat Hans mengundang Doel ke sana. Dari Belanda ini lah dimulai (kembali) kisah antara Doel dan Sarah yang telah berpisah belasan tahun lalu. pertemuan mereka di negeri Belanda ini lah yang menjadi pengantar kisah Si Doel selanjutnya. Kalau film ini kita analogikan sebagai buku, film Si Doel ini menjadi pengantar untuk film sekuelnya. Film ini juga mengenalkan kembali berbagai tokoh yang ada dalam serial aslinya. Ada emak, Atun, Hans, dan tentunya pemeran utama yang sudah disebutkan di awal. Muncul pula pemain baru yang dulu di serial aslinya belum ada. Penasaran? Yuk, bernostalgia ke tahun 90-an melalui Si Doel Anak Sekolahan The Movie!

 

Mata Buku

This is my new blog 🙂