Inspirasi

Jangan Khawatirkan Rezekimu, Selama Engkau Sudah …

Sudah beberapa pagi ini aku memperhatikan sebuah toko kelontong yang hampir selalu kulewati dalam perjalanan berangkat kerjaku. Toko atau lebih tepat disebut sebagai kios ini tampak selalu ada pembelinya. Di luar kios tergantung beberapa bungkusan tali rapia, sedangkan di bagian depannya terdapat nampan berisi roti. Dari luar tampak ada juga dus amplop, minuman air mineral kemasan gelas, lem kertas, mie instant, dan ada juga beberapa plastik berisi kerupuk yang tergantung berdampingan dengan bungkusan tali rapia. Aku yakin ada juga benda-benda lain yang dijual di kios tersebut, namun tak tampak dari luar.

Kalau kita bandingkan kios tersebut dengan mini market yang terletak tak jauh dari kios tersebut pasti sudah terbayang perbandingan kelengkapan benda-benda yang dijualnya bukan? Namun tampaknya selalu ada alasan mengapa orang-orang akhirnya membeli benda-benda ke kios tersebut. Jika dipikir juga, entah apa alasan yang membuat pada suatu hari ada saja orang yang membutuhkan tali rapia. Padahal kalau dipikir menggunakan teori kemungkinan, orang yang membutuhkan ‘jasa’ tali rapia mungkin bisa jadi hanya 1 dari 15 orang. Tapi 1 orang tersebut bisa jadi ada setiap harinya! Hal yang sama bisa terjadi juga pada benda lainnya yang dijual di toko tersebut. Ada banyak roti yang lebih bermerk dijual di mini market atau toko lainnya. Tapi ada saja orang yang membeli roti di kios tersebut. Ya, alasan ‘entah mengapa’ tersebut yang terkadang di luar logika kita lah yang seperti disebutkan dalam Qur’an surat An Naml (27) ayat 75:

“Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).”

Rezeki adalah salah satu hal yang sudah diatur oleh Allah. Hal ini lah yang membuat segala sesuatu terkadang tampak seperti di luar logika. Ketika orang membeli sesuatu di tempat yang sepertinya kalau secara logika tampak agak tidak mungkin kita pergi ke situ. Atau bisa juga ketika kita sedang membutuhkan barang yang jarang, tapi tiba-tiba ada tetangga kita yang memberikannya kepada kita dengan cuma-cuma. Ada beribu bahkan berjuta cara Allah ‘menggerakkan’ sesuatu hingga akhirnya rezeki bisa kita nikmati. Entah itu kita atau orang lain yang ‘digerakkan’ Nya.

Jadi jangan khawatirkan rezeki dalam hidupmu, selama engkau sudah ‘bergerak’ dan tentunya juga selalu mengingat Nya.

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...