Inspirasi

Jangan Lupa Bahagia

“Jangan lupa bahagia!” Kalimat ini cukup sering terdengar di zaman milenial seperti sekarang. “Bahagia” juga sering menjadi tagline, mulai dari tagline film, kosmetik, makanan, cafe, fashion, buku, dan masih banyak lagi. Mengapa “bahagia” banyak diusung oleh orang-orang dalam berbagai kegiatan, produk, dan lain-lainnya? Zaman milenial adalah zaman di mana segala sesuatu seakan dituntut untun instant. Segala sesuatu dituntut serba cepat, kilat! Ke-instant-an inilah yang tampaknya tidak sejalan dengan sesuatu yang bernama proses. Semua seakan berorientasi pada hasil tanpa melihat bagaimana proses terjadinya sesuatu. Padahal dalam proses ada berbagai emosi dan rasa. Emosi dan rasa inilah yang bisa menjadi motivasi kita dalam menjalani sesuatu (baca: dinamika kehidupan).
Dengan ke-instant-an di zaman milenial ini, tak sedikit orang yang kemudian tidak terbiasa lagi me-rasa. Orang-orang seakan berkurang sifat “kemanusiaannya” karena tuntutan serba instant. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya penyakit psikologis yang muncul di zaman ini. Depresi atau stres tak jarang muncul di berbagai kelompok usia. Tak jarang anak sekolah stres kerena pelajaran atau pertemanannya, juga bagi para karyawan tak jarang juga jatuh sakit karena kecapean tak hanya fisik tapi pikiran juga. Dan ternyata hal ini bukan hanya muncul di pelajar dan karyawan saja. Tapi juga di kalangan ibu rumah tangga.
Kalau kita lihat salah satu sumber penyebab “lupa bahagia” ini muncul karena kita. “Lupa bahagia” ini muncul ketika kita lebih mengedepankan hasil tanpa menikmati “rasa” dan “emosi” yang ada dalam proses. Uniknya, bahagia di zaman kini, banyak dinikmati orang lewat sesuatu yang instant. Cafe bahagia, minuman bahagia, buku bahagia, dan bahagia-bahagia instant lainnya.
Nah, bagaimana dengan bahagiamu?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...