Wisata

Ke luar Rumahlah dan Nikmati Hidup BESAR-mu!

Keluar rumah, rasanya hampir setiap dari kita melakukan ini bukan? Bahkan setiap hari. Semua orang keluar rumah dengan berbagai motif juga tujuannya masing-masing. Mengapa? Mengapa kita perlu keluar rumah? Rumah adalah tempat yang paling aman, rumah tempat yang nyaman, rumah tempat kita terlindungi secara fisik maupun pikiran. Ternyata alasan-alasan yang membuat kita diam di rumah tersebut tidak (sepenuhnya) benar.
Merasa terlindungi! Mungkin itu kata kunci kita untuk ‘mager’ dan tetap diam di rumah. Terlindungi dari kemacetan terlindungi dari polusi, terlindungi dari kagaduhan, terlindungi dari cemoohan tetangga, terlindungi dari berbagai perintah bos, terlindungi dari hujan, terlindungi dari ini itu lainnya. Memang ada kalanya itu benar.Tapi…, coba bayangkan bagaimana nyaman dan keringnya tubuh ini ketika kita menggunakan payung di kala hujan. ‘Nyaman dan kering’, maka itu yang hanya akan jadi ‘rasa’ kita ketika hujan. Tak ada ‘rasa’ riang dan tawa karena belum ada pengalaman bermain hujan. Juga tak ada ‘rasa’ risk taker karena belum ada pengalaman menembus hujan tak berpayung.
Bayangkan juga apa jadinya pikiran ini jika hanya ‘terlindungi’ di dalam rumah. Berjuta warna dunia mungkin tak teramati, beragam aroma jalanan mungkin tak tercium, beragam sifat manusia mungkin tak terkenali, berbagai ‘rasa’ hidup mungkin tak dapat tercicipi, berbagai lukisan alam mungkin tak banyak tereksporasi, dan jutaan bahkan lebih jalur yang tidak terjelajahi.
Dan yang terimbas adalah diri, ketika diri tak merasa bagian dari alam semesta, ketika diri hanya merasa seorang diri, dengan pemikiran yang hanya mencakup se-diri saja, ketika diri lupa hidup bukan hanya untuk diri. Padahal hidup bukan hanya sebatas diri, hidup itu besar, hidup itu luas, hidup itu tak berbatas (satu) waktu dan (satu) dimensi. Hidup BESAR ini tak bisa tertampung jika hanya mengandalkan diri. Keluarlah, keluar untuk mencari perimbangan pikir bagi hidup yang besar ini. karena hidup bukan hanya untuk diri, bukan hanya untuk sekarang. Hidup ada untuk diri yang merupakan penduduk alam semesta. Hidup ada untuk hidup di dunia dan juga setelahnya. Selama menikmati hidup BESAR-mu! Nikmati Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat-mu, terus dan terus lagi! Berwisatalah ke mana kaki melangkah dan nikmati setiap langkahnya!

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...