“Kapan lulus kuliah?”
“Kapan diwisuda?”
“Kapan dapat kerja”
“Kapan nikah?”
“Kapan punya anak?”
Rasanya itu adalah pertanyaan yang tak asing lagi dengan keseharian kita. Pertanyaan yang secara tak langsung menunjukkan tahapan kehidupan kita sejak kita memasuki fase dewasa. Siapa yang tak ingin berada dalam tahapan-tahapan tersebut?
Kalian tentu ingat bukan betapa bahagia ketika kita akhirnya keluar dari ruang sidang dan mendapatkan predikat lulus? Lega ketika kita akhirnya bisa memperjuangkan skripsi/tugas akhir/tesis/desertasi kita. Bahagia akhirnya salah satu yang kita inginkan bisa terlaksana.
Untuk kalian yang sudah bekerja juga tentunya masih ingat ketika berhasil mendapatkan pekerjaan pertama kita. Ketika kita mendapatkan kabar dari bagian HRD bahwa kita diminta datang ke kantor untuk menandatangani kontrak kerja. Bahagia, seakan tak percaya, akhirnya kemudian predikat mahasiswa kita akhirnya berganti dengan karyawan.
Lega ketika apa yang diinginkan pada tahap tertentu sudah tercapai bukan? Tapi yang perlu kita ingat adalah tahapan-tahapan ini akan terus ada dalam kehidupan kita. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana berusaha sebaik mungkin dalam setiap tahapan kehidupan ini.
Setelah bekerja, kita akan dihadapkan pada tahapan sudah seharusnya menikah, selanjutnya masuk dalam tahapan memiliki buah hati, dan selanjutnya. Bagaimana berusaha sebaik mungkin dalam setiap tahapan ini menjadi kunci kepuasan kita untuk bisa terus survive dari tahapan satu ke tahapan selanjutnya. Sebagai contoh, ketika seseorang sudah memiliki buah hati, lakukan yang terbaik untuk buah hati tersebut. Penuhi berbagai kebutuhannya, mulai dari kasih sayang, kebutuhan pokoknya (makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan), dan berjajar berbagai kebutuhan lainnya. Kita ambil salah satu kebutuhan buah hati adalah pakaiannya. Kebutuhan baju anak, sekilas mungkin ini terlihat mudah dipenuhi, tapi jika orangtua ingin memberikan yang terbaik, mereka pun akan memperhatikan detil kebutuhan yang satu ini. Mulai dari memperhatikan peruntukannya, kualitas bahannya, modelnya, hingga kenyamanan buah hati ketika menggunakannya. Dengan berusaha sebaik mungkin menjalani tahapan-tahapan kehidupan ini, kita akan mendapatkan kepuasan. Kepuasan ini lah yang dapat menjadi bahan bakar (baca: motivasi) kita untuk ‘jalan’ ke tahapan selanjutnya.
Nah, bagaimana kah kalian dalam menjalani tahapan-tahapan ini? Apakah yang menjadi bahan bakar kalian dalam menjalani tahapan-tahapan tersebut?

Memiliki buah hati, ini adalah hal yang diinginkan oleh semua orang.

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...