Religi

Apakah Kamu Merasa Dicintai?

Tentu kalian pernah jatuh cinta bukan? Bagaimana rasanya? Seakan tak ingin berpisah dengan dia yang kau sayang? Segala sesuatu rasanya selalu menyenangkan asal ada dia di samping kita? Merasa aman karena ada dia yang selalu melindungi? Merasa bahagia karena mengetahui ada dia yang menyayangi? Ya, merasa disayangi adalah perasaan yang menyenangkan. Senang ini bisa membawa senang sepanjang hari. Senang ini bisa menjadi energi tersendiri dalam kita menjalani hari-hari kita.
Merasa disayangi, itu adalah salah satu kunci merasa senang dalam hidup ini. Namun bukan juga kita menjadi bergantung kepada lingkungan atas rasa sayang tersebut (baca: tergantung pada keluarga, pasangan, teman, atau lingkungan sosial lainnya). Keluarga, pasangan, teman, memang bisa memberikan energi tersendiri dalam kehidupan kita. Namun, pada kenyataannya ternyata kehadiran mereka tidaklah abadi. Pernah kujumpai ada istri yang putus asa ketika ditinggal oleh suaminya, ada juga anak yang depresi ketika orangtuanya terpaksa harus berpisah. Lantas, apakah ketika kita terpisah dengan orang yang kita cintai (baca: sumber rasa senang kita) maka rasa senang kita akan hilang? Tentu saja tidak begitu bukan?
Ada satu sumber rasa senang yang sebenarnya tidak berbatas waktu. Rasa senang yang karena dicintai oleh pencipta kita, Allah. Kadang, sering malah rasa cinta dari-Nya sering luput dari perhatian kita. Padahal kita hidup pun tak lepas karena rasa cinta-Nya. Kembali lagi ke perasaan senang ketika kita jatuh cinta. Kita merasa senang ketika diperhatikan oleh dia yang kita cinta bukan? Nah, perhatikanlah, jelilah atas perhatian-perhatian yang tak pernah lepas dari perhatian-Nya kepada kita. Tak sedetikpun rasanya dia menghentikan persediaan udara untuk kita hirup, tak sedetikpun juga ia detakkan jantung kita untuk memompa darah di pembuluh darah kita, juga tak ia lepaskan kemampuan otot-otot pencernaan yang notabene tidak bisa kita lihat namun dengan setianya melakukan gerakan peristaltik ketika mencerna makanan yang kita makan.
Kadang pikiran kita hanya jeli pada hal yang terlihat, namun meluputkan hal yang dirasa. Ada kata bijak dari Denzel Washington yang menyebutkan, “Kita menutup mata ketika berdoa, menangis, atau bermimpi karena hal terindah dalam hidup kita bukan dilihat tapi dirasakan oleh hati.” Dalam hidup, tak cukup jika hanya membuka mata, tapi bukalah juga hatimu lebar-lebar dan kau akan merasa jadi orang yang paling dicintai.

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...