Beda persepsi, ini adalah salah satu sumber konflik dalam dinamikan kehidupan keseharian. Persepsi, ini adalah hal yang ternyata cukup banyak berpengaruh pada kehidupan seseorang. Kalau kita lihat secara harfiah persepsi berarti tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem syaraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra. Kalau melihat makna secara harfiah lumayan berat juga ya makna persepsi. Tapi sebenarnya bisa kita sederhanakan kok. Persepsi bisa disebut juga bagaimana kita menerjemahkan sesuatu yang dilihat, dirasa, disentuh, atau intinya bagaimana menginterpretasikan sesuatu hasil penginderaan. Menerjemahkan hasil penginderaan, itu adalah kata kunci dari persepsi.

Mengapa persepsi bisa berpengaruh pada kehidupan kita? Kita lihat lebih dalam yuk mengenai ini! Setiap orang memiliki penginderaannya masing-masing. Secara kasat mata mungkin alat indera yang dimiliki oleh setiap orang mungkin tidak jauh berbeda. Namun hasil penginderaannya yang diterjemahkan oleh pikiran masing-masing, ternyata bisa 180 derajat berbeda satu sama lainnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul:
1. “Lho, kok bisa?”
2. “Lantas, ketika terjadi perbedaan penafsiran apa yang bisa terjadi?”
3. “Kemudian apa yang bisa dilakukan ke depannya?”

Kita coba bahas pertanyaan pertama, “Lho, kok bisa?”
Hasil penginderaan kita bisa diterjemahkan jika kita mengolahnya dalam pikiran masing-masing. Nah, proses input (hasil penginderaan: sesuatu yang dilihat, sesuatu yang dirasa, atau sesuatu yang dicium) ini lah yang mungkin tidak sama di masing-masing kepala. Akan ada 1001 alasan terjadinya perbedaan memrosesannya, bisa dipengaruhi oleh keterampilan berpikir, keadaan sosial emosi, keterampilan berbahasa, norma yang diyakini, dll. Intinya janganlah heran jika ada sesuatu yang kita pikir seseorang harusnya bisa, tapi ternyata tidak bisa.
Akan kuceritakan salah satu contoh dari perbedaa persepsi. Suatu hari A meminta tolong B untuk mentransfer sejumlah uang, tanpa pikir panjang dan penjelasan macam-macam, A langsung mengirimkan chat dari penjual berupa nomor rekening sebuah toko online kepada B. Dalam chat tersebut memang terdapat 2 nomor rekening, rekening Bank Makmur dan rekening Bang Jaya. B adalah pemilik rekening dari Bank Makmur. Dipikiran A, B pasti langsung mentransfer sejumlah ke Bank Makmur. Ternyata, pada kenyataannya B malah mengirim sejumlah uang kepada rekening Bank Jaya. A kaget karena jelas-jelas itu berbeda bank dan terkenalah biaya tambahan karena yang terjadi adalah transfer antar bank yang berbeda. Poin yang bisa diambil dari kejadian tersebut adalah,
“ Kepala bisa sama bundarnya, tapi isi kepala siapa tahu.”

Kita lanjut ke pertanyaan ke-2, “Lantas, ketika terjadi perbedaan penafsiran apa yang bisa terjadi?”
Dari kejadian di atas, terbayang apa yang bisa terjadi? Bukan tidak mungkin karena perbedaan penafsiran input indera (baca: persepsi) akan menimbulkan konflik. Ketidakmengertian, ketidakbisaan seseorang memiliki penafsiran yang sama satu sama lain adalah pemicu terjadinya konflik. Dalam dunia pekerjaan, hubungan sosial (pernikahan atau pertemanan) hal ini bisa menimbulkan adanya tindakan-tindakan yang salah dan berdampak negatif bagi berbagai pihak. Untuk kejadian di atas, bisa saja A menegur sikap B yang tidak teliti dalam mengeksekusi instruksi. Jika B tidak terima, ia bisa saja marah karena sudah melakukan perintah A namun malah ditegur.

Dan untuk pertanyaan terakhir, “Kemudian apa yang bisa dilakukan ke depannya?”
Bagaimana menyamakan persepsi kepala satu dengan kepala lainnya adalah melalui komunikasi. Ingat, tidak semua orang adalah cenayang yang mungkin bisa tahu isi kepala seseorang tanpa mengkomunikasikannya. Berkomunikasilah untuk menyampaikan apa isi kepalamu kepada lawan bicaramu, kepada pasanganmu, kepada keluargamu, kepada temanmu, atau kepada lingkungan sosial lainnya.
Bagaimana, sudah lebih terbayang apa yang akan kamu lakukan jika dihadapkan pada beda persepsi?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...