Wisata

Ingin ‘Kaya’? Berliburlah!

“Travel is the only thing you buy that makes you richer”, ini adalah salah satu kuotes liburan yang menggodaku di masa-masa liburan seperti sekarang ini. Adakalanya liburan bisa dipersiapkan dengan rapi dari jauh-jauh hari. Namun adakalanya juga liburan dilakukan dengan tanpa perencanaan. Liburan dengan tipe apapun tidak masalah kok, karena liburan dapat membuat kita ‘kaya’ dari liburan tipe mana pun itu.
Nah, seperti liburanku kali ini. Walaupun ini adalah liburan yang spontan, tapi aku merasa ‘kaya’. Kaya akan pengalaman, wawasan, dan tentu saja kaya akan inspirasi! Pagi tadi aku memulai liburanku dengan perjalanan menggunakan angkutan umum alias angkot. Kendaraan wajibku di masa-masa kuliah, namun kini mulai jarang aku gunakan mengingat jarak rumah dengan kantorku cukup mengkhawatirkan jika aku menggunakan moda transportasi yang satu ini. Ok, kita kembali lagi pada liburanku. Pagi tadi, aku janjian dengan temanku untuk bertemu di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Bandung, yang tentunya terletak dekat dengan Lembang. Ya, daerah Lembang atau tepatnya Cikole Lembang adalah pilihan kami yang kami tentukan pada malam harinya untuk menjadi destinasi liburan hari itu. Pagi tadi aku sangat menikmati perjalanan menggunakan angkot ini. Perjalanan dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam ini sukses membuatku menikmati suasana kota Bandung di pagi hari dengan tenang. Perjalanan pagi, sebenarnya bukanlah hal baru untuk kita para pekerja. Ya, para pekerja yang setiap hari kerja pasti berjibaku menaklukkan kepadatan lalu lintas kota. Hal pertama yang membuatku ‘kaya’ dari perjalanan pagi tadi adalah betapa ternyata banyak bangunan baru yang berdiri di bilangan dekat kampus dan juga ada beberapa bangunan yang sudah berubah bentuk atau pun pindah entah ke mana. Dan yang juga membuatku asyik tenggelam dalam perjalanan adalah betapa menariknya jajaran gedung, rumah, kantor, mall, cefe, lapangan, yang mengantarkanku untuk menjelajah waktu. Beberapa tahun silam, rute tersebut pernah menjadi rute wajibku. Tapi karena satu dan lain hal, aku memilih untuk tidak melalui rute itu lagi.
Selesai dengan perjalanan menjelajah waktu, aku pun bertemu dengan teman-teman di titik yang sudah disepakati. Tak lama kemudian, kami sudah duduk manis di sebuah taksi online. Aku tak menyangka juga ada taksi online yang mau mengantar kami. Kami lihat di map, daerah yang kami tuju menunjukkan warna berwarna merah yang berarti lalu lintas di sana sedang padat! Walaupun kami belum tiba di tempat tujuan, dan walaupun jalanan macet, peng-‘kaya’-an liburan sudah dimulai (lagi). Dari obrolan dengan teman, aku jadi tahu apa yang terjadi di tempat kerja teman-temanku. Ternyata hectic-nya dunia bekerja, bukan hanya terjadi padaku dan di kantorku. Tapi teman-temanku pun mengalami hal yang sama. Bukan aku senang kalau temanku juga mengalami hal yang kualami, tapi dari obrolan tersebut, aku merasa tidak sendirian lagi sekarang. Walaupun kami berbeda kantor, tapi kami bisa saling menguatkan satu sama lain. Inilah salah satu keajaiban liburan, ketika beberapa orang bersatu, bisa saling memberi motivasi.
Akhirnya, setelah menempuh 2 jam perjalanan, kami pun akhirnya sampai di tempat tujuan. Awalnya aku berencana untuk menceritakan mengenai objek wisata yang sedang kekinian di wilayah Cikole Lembang ini. Namun apa daya, ternyata karena angin Badai Siklon sedang melanda kawasan Cikole, maka objek wisata yang kami datangi tutup! Rasanya, dalam sejarah berwisata, berlibur, berpikinik, kemarin adalah pertama kalinya aku merasa ditolak oleh objek wisata! Hahahah, pengalaman pertamaku ketika berada di depan loket tempat wisata, petugasnya berkata, “Maaf kami tutup.” Dan kemudian, apakah berarti liburan hari itu gagal? Liburan tetap lanjut, walaupun tempat tujuan kami tutup. Setelah kami mengamati sekeliling, perhatian kami kemudian tertuju pada hutan pinus yang terdapat di samping loket pembelian tiket. Kami pun memutuskan untuk menikmati hutan pinus (kecil) itu. Untuk menemani liburan kami, kami juga mencoba bakso tusuk yang juga terdapat di dekat situ. Udara dingin, makanan, hutan pinus, dan tentunya kehadiran teman, mengisi liburan kami kemarin.
Setelah puas dengan hutan pinus, kami pun berpikir untuk mencari tempat pelepas lapar. Berdasarkan rekomendasi seorang teman, kami memutuskan untuk mencoba makanan yang sedang kekinian di sekitaran Kota Bandung saja. Dipilihlah nama sebuah restoran yang sedang kekinian itu. Untuk pergi ke sana kami mencoba dulu untuk hunting taksi online lagi. Tapi ternyata tak bisa kami dapatkan, entah karena susah sinyal atau karena memang sedang tidak ada taksi di sekitar. Akhirnya tanpa pikir panjang kami pun naik angkot yang kebetulan lewat di depan kami. Perjalanan angkot part ke-2 dimulai! Dan perjalanan dengan angkot kali ini benar-benar panjang rutenya, bukan (saja) karena jarak tempuhnya cukup jauh, tapi macet lah yang berandil banyak dalam panjangnya perjalanan pulang kami. Setelah sekitar 2 jam menempuh perjalanan kembali ke Kota Bandung, kami pun sampai di datu tempat di mana kami bisa memesan taksi online. Makanan enak dan kekinian sudah terbanyak di depan mata, mengingat kami tadi pergi dengan sarapan yang minimalis, pukul setengah 3 sore adalah titik kritis lapar kami. Dan, tibalah kami di restoran yang dimaksud. Ternyata, kami harus menunggu 18 daftar tunggu alias waiting list! Sabarkah kami menunggu? Tentu tidak! Rasanya di hari itu aku mengalami dua kali patah hati. Setelah ditolak oleh tempat wisata, tempat makan pun tak kalah kejamnya.
Liburan kami belum lah usai, tak sesabar itu menunggu hingga 18 waiting list, kami pun membukan internet dan mencari restoran yang mungkin tidak sepopuler tujuan awal kami. Akhirnya tujuan selanjutnya kami dapatkan dan melajulah kami ke sana. Ternyata di restoran ini ada 2 makanan kesukaanku sekaligus! Ada nasi rempah dan ayam Turky dan tentunya Se’i Sapi! Sarapan, makan siang, dan makan malam pun akhirnya kami satukan dalam pesanan makan kami di petang itu. Puas dan hidangannya berhasil menjawab kelaparan dan mengobati lelahnya badan ini. Liburan yang unik! Liburan kali ini mengaarkanku bahwa berlibur tidak (selalu) butuh destinasi khusus ternyata. Liburan tetap liburan, bukan ke mana tapi bagaimana kau menikmati liburanmu.

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...