Inspirasi

Nikmatilah Lampu Merahmu!

Perjalanan tak selamanya lancar, mulus, atau pun menyenangkan. Adakalanya perjalananmu dihadapkan dengan lalu lintas yang padat! Dengan kendaraan yang ingin saling mendahului, dengan sopir yang saling memaki, dengan kendaraan-kendaraan yang saling memotong jalan satu sama lain. Pengendara sungguh sangat bermacam-macam adanya. Ada juga sih yang memang mematuhi rambu lalu lintas, yang bersabar bahkan menikmati lalu lintas dengan apa adanya. Menikmati lalu lintas apa adanya? Mungkin ada yang tidak terbayang seperti apa tipe orang ini. Ini ada, dan kujumpai pengendara tipe ini beberapa hari yang lalu dalam perjalanan kerjaku (seperti biasa).
Di hari itu sebenarnya aku berangkat lebih awal, ada tugas yang hendak kutuntaskan di pagi hari sebelum meeting. Ternyata berangkat lebih awal tak menjamin juga kau akan terbebas dari sesuatu yang bernama kemacetan! Tampaknya ‘menit lebih pagiku’ belum terlalu signifikan. Intinya pagi itu aku tetap harus berjuang menaklukkan kemacetan dan bersabar dengan deretan pertigaan, perempatan, bahkan perlimaan yang memamerkan cara kerja lampu lalu lintasnya masing-masing. Aku terhenti di salah satu perempatan yang cukup terkenal atas lampu lalu lintasnya. Dan yang membuatku sedikit menahan napas adalah aku tertahan di barisan depan saat itu, yang artinya aku harus menunggu 3 jalur jalan lainnya untuk mendapatkan lampu hijau, sebelum jalurku mendapatkannya. Saat itu yang terpikir adalah, tak ada pilihan lain selalin bersabar. Ya bersabar. Daripada sibuk dengan berbagai pikiran negatif atau pun merutuk, aku mulai tolah toleh ke kiri dan ke kanan. Oh, iya sudah merupakan hal yang umum bukan ketika di perempatan ada juga beberapa polisi yang berjaga memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas. Termasuk di pagi itu, dengan gagahnya bertugaslah bapak-bapak polisi berseragam di sana. Seorang pengendara motor menarik perhatianku, dia dengan santainya membukan helm di depan polisi-polisi yang sedang bertugas. Aku penasaran dengan apa yang dilakukannya. Ternyata ia kemudian mengeringkan rambutnya dengan tangan! Ah, rupanya pengendara ini baru saja keramas dan tak sempat mengeringkan rambut sebelum berangkat. Setelah beberapa gerakan mengeringkan rambut kupikir ia akan segera mengenakan kembali helmnya. Ternyata…. aku salah! Ia kemudian terlihat membersihkan kuku-kuku jarinya. Sungguh menarik sekali aktifitas pengendara yang satu ini. Dengan santainya ia mengeringkan rambut dan membersihkan kuku di barisan depan jalan dan jelas-jelas berhadapan langsung dengan polisi.
Aku hanya bisa tersenyum saat itu ketika kulihat pengendara ini (masih dengan santai) kemudian mengenakan helm-nya setelah lampu penunjuk lampu merah akan segera berganti hijau. Sungguh luar biasa, baru aku melihat pengendara yang sangat menikmati antrian lampu merah dengan kegiatan yang mengefektifkan waktu. Tak kulihat sorot mata khawatir terlambat atau rutukkan dari mulutnya. Pelajaran pagi yang luar biasa. “Tertahan di lampu merah? Nikmatilah!”

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...