Pendidikan

I am Happy I Dare to Change

“Teach your kids to be happy, not rich, so they’ll know the value of people and not things”. Ini adalah salah satu kata bijak yang teringat setelah membaca (ulang) buku “I am Happy I Dare to Change Menjadi Remaja Muslim yang Bahagia“. Ajarkanlah anak-anakmu untuk menjadi bahagia, bukan kaya, agar mereka mengetahui betapa berharganya orang-orang, bukan benda. Dari kata bijak tersebut kita belajar bahwa ‘bahagia’ yang dipilih sebagai target dalam pendidikan bukan ‘kaya’. Betapa ‘bahagia’ ini menempati tingkatan yang lebih tinggi dari ‘kaya’, mengapa? Ini mungkin klise, tapi ternyata dalam hidup ternyata ‘ke-kaya-an’ seseorang tidak menjamin ‘ke-bahagia-annya’. Di berita pernah terdengar kabar mengenai seseorang yang lebih dari serba berkecukupan (baca: kaya) namun tenggelam dalam dunia obat terlarang dan ada juga kabar mengenai orang yang kaya yang mengalami stres. Mungkin contoh di atas terlalu ‘jauh’ untuk kalian yang masih bersekolah atau kuliah. Kalau di dunia sekolah, ada kisah mengenai anak yang mogok sekolah juga ada mahasiswa yang dengan alasan tak jelas juga enggan menyelesaikan tugas akhirnya. Untuk dua kisah terakhir memang tidak sampai masuk berita, namun ini adalah isu yang ada di para orang tua dan tak jarang menjadi perbincangan hangat.

Bagaimana kita menyikapi hal-hal seperti kisah di atas? Lingkungan adalah variabel yang ada di luar jangkauan kita. Variabel apakah yang jelas-jelas ada di dalam jangkauan kita? Tak perlu jauh-jauh tentunya dengan bercermin dan lihatlah variabel apa yang dapat kita manage agar kita memiliki kualitas yang lebih baik dalam menjalankan ‘diri’ untuk dapat taklukkan tantangan hidup ini tentunya dengan bahagia. Variabel apakah itu? BETUL…itu adalah diri, bukan dia, bukan mereka, tapi AKU!

Buku “I am Happy I Dare to Change Menjadi Remaja Muslim yang Bahagia“ sesuai dengan judulnya memang diperuntukkan bagi remaja. Namun buku ini tidak menutup kemungkinan dijadikan sebagai salah satu ‘teman’ walaupun kita sudah bukan remaja lagi untuk menjadi AKU dengan kualitas yang lebih baik (lagi).

Karena buku ini mengenai bagaimana me-manage AKU, tentunya dimulai dari memahami diri hingga akhirnya dapat menjalankan diri dalam lingkungan sesuai dengan hati nuraninya. Mengapa ada hati nurani? Dengan menjalankan hidup sesuai dengan hati nuranilah seseorang dapat menikmati hidup dengan bahagia. Ingin tahu lebih dalam lagi? Temukan dan baca lebih lengkap dari bukunya! Selamat berbahagia!

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...