Pendidikan

Gara-gara Lupa Pin

Beberapa hari yang lalu, dengan terpaksa aku mengunjungi bank. Bukan untuk menabung juga bukan untuk mengambil uang. Dengan terpaksa aku mengunjungi bank untuk mengurus rekening yang terblokir akibat salah pin! Entah ada hal apa di beberapa hari sebelumnya yang membuatku lupa pada pin yang kubuat sendiri. FYI: saat aku lupa pin tersebut dan berusaha mengingatnya dengan sepenuh pikir, tetap saja tidak kuingat dan akhirnya kemarin aku berada di sana. Berhadapan dengan Mbak Customer Service yang sabar dan gigih. Saat itu aku datang sekitar 30 menit sebelum bank tersebut tutup. Informasi mengenai jam buka bank aku tahu kemudian setelah aku bertanya kepada mba yang melayaniku. Aku bertanya padanya setelah 30 menit jam tutup lewat. Ternyata aku menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 40 menit untuk urusan pin!

Poinnya bukan mengapa aku lupa, tapi apa yang dirasakan ketika kita tidak bisa menyelesaikan sesuatu padahal kita sudah bersaha sekeras mungkin. Usaha tersebut juga sudah disertai dengan strategi-strategi agar berhasil tentunya. Dalam hal ini agar berhasil membuat pin baru pada rekening yang terblokir. Bersyukurlah kemarin aku mendapatkan Mbak CS yang sabar. Dia tetap memandu menjelaskan petunjuk-petunjuk pengajuan pin baru dengan sabar kepadaku. Pada percobaan pertama, gagal! Mbak CS menjelaskan padaku bahwa tidak mengapa, ia pun menceritakan pernah memandu customer lainnya dulu dan memang membutuhkan hingga beberapa kali percobaan sebelum akhirnya berhasil.

Awalnya aku hanya mengandalkan ingatan mengingat deretan angka dan huruf. Namun, setelah percobaan pertama gagal, aku akhirnya menggunakan bantuan visual untuk menuliskan pin. Maksudnya agar aku bisa berhasil pada percobaan ke-2 ku. Dan lagi-lagi gagal! Aku bingung, aku juga menjelaskan kepada Mbak CS bahwa aku tidak lupa dan aku menuliskan pin berdasarkan hasil tulisanku. Mbak CS berkata tidak apa-apa dan mengajakku untuk mencoba prosedur lupa pin itu kembali. Kemudian dia me-reset ulang pin lama dan memintaku mengulang kembali prosedur lupa pin seperti yang baru kulakukan sebelumnya. Ini adalah percobaan ke-3 ku dan saat itu motivasiku mulai turun. Jujur aku (sempat) meragukan kemampuan diri dalam mengingat dan menulis pin. Dan saat itu, yang terbayang adalah perasaan anak-anak yang sedang mengalami kesulitan belajar. Sungguh, labeling terhadap diri sangat berpengaruh terhadap performanya. FYI: dalam keseharianku, aku sering berhadapan dengan anak-anak usia sekolah yang kesulitan belajar. Di saat itu terkadang kita lupa bahwa ketika anak kesulitan mengerjakan sesuatu, yang ada bukanlah (hanya) ia yang sedang kesulitan menghadapi kesulitannya, tapi (mungkin) ada juga di sana ia yang sedang kesulitan menghadapi penilaian dirinya untuk bisa atasi hal yang sulit.

Hal yang akhirnya menyelamatkanku dari lupa pin tersebut justru bukanlah datang dari Mbak CS yang melayaniku. Setelah percobaan ke-3 ku gagal, Mbak CS meminta izin untuk pergi ke toilet. Aku paham, sudah setengah jam ia berusaha membantuku hingga akhirnya ia ingin pergi ke toilet. Mba CS dari meja sebelah kemudian memberitahuku, untuk mencoba membuat pin dengan kombinasi yang berbeda dari pin semula. Masih dengan motivasi yang sudah lelah, aku akhirnya mencoba saran Mba CS sebelah. Dan alhamdulillah ternyata sarannya terbukti manjur.

Di Sabtu kemarin aku mendapatkan 3 ilmu baru dari pengalaman lupa pin-ku. Pertama, labeling itu sungguh akan mempengaruhi performa seseorang. Ilmu ke-2, ketika kita kesulitan ada dua hal yang perlu dikalahkan, yakni diri dan kesulitan itu sendiri. ilmu ke-3 yakni pertolongan bisa datang dari mana saja. Ilmu yang ke-3 ini benar-benar di luar dugaan, aku berharap bisa dibantu oleh Mbak CS dari meja nomor 2, ternyata malah mendapatkan pertolongan dari meja nomor 1. Jangan kaget dengan pertolongan Tuhan yang bisa muncul dari mana saja. Pertolongannya tidak hanya sebatas dari usaha-usaha yang bisa kita lakukan, tapi juga dengan menggerakkan hati makhluk-makhluknya. Allah penguasa setiap hati makhluknya. Juga seperti hatiku yang tiba-tiba tergerak untuk menceritakan ini kepada kalian

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...