Gaya Hidup

Tentang Percaya Diri…

Percaya diri adalah salah satu sifat yang dibutuhkan ketika kita berada dalam posisi menjadi (pusat) perhatian banyak orang. Umumnya, sifat ini dibutuhkan ketika kita sedang tampil dalam melakukan sesuatu. Sebut saja presentasi, seminar, rapat, atau berbagai kegiatan tampil lainnya. Sifat yang satu ini mungkin sudah otomatis dimiliki oleh orang-orang dengan tipe tertentu (baca: ekstrovert). Namun bagi orang dengan tipe yang berbeda, percaya diri adalah sesuatu yang perlu dilatihkan.
Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita bahas dahulu sedikit mengenai ekstrovert dan introvert. Bagi ekstrovert, menjadi pusat perhatian adalah hal yang bukan menjadi pemikirannya. Orang dengan tipe seperti ini mendapatkan kekuatan dari lingkungan sosial. Jadi justrulah ia akan mendapatkan energi dari para audience jika ia sedang manjadi pusat perhatian dalam satu kejadian. Berbeda dengan tipe introvert yang justru membutuhkan banyak energi jika akan menjadi pusat perhatian. Lingkungan sosial justru akan menghabiskan energinya.
Lantas apa kabar orang introvert jika ia dihadapkan dengan posisi menjadi pusat perhatian? Ini tidak mudah tapi dalam kenyataannya cukup banyak kok orang introvert yang sukses menjadi pusat perhatian dalam berbagai bidangnya. Ada berbagai motif yang akhirnya bisa membuat introvert ini bisa survive pada sesuatu yang selama ini menyedot energinya (lingkungan sosial). Kita lihat yuk!
Motif niat lah yang cukup kuat mematahkan pandangan bahwa introvert tidak bisa menjadi pusat perhatian. Niat atau alasan ini terbukti bisa membuat introvert akhirnya bertahan dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman. Introvert ini bisa berkomitmen bahwa ia akan tetap ada di situ agar tujuannya sebagai pembicara atau apapun itu dapat tercapai.
Ingin berubah, hal ini juga lah yang membuat introvert tergerak untuk beranjak dari zona nyamannya. Ada hal-hal yang tampaknya tak bisa jika hanya dikerjakan dengan jalan di tempat saja. Misal: jika ingin berbuat banyak untuk aksi kemanusiaan, tak bisa jika hanya mengandalkan orang-orang yang ada di sekitar saja. Lingkaran kecil tak cukup untuk menyebarkan sesuatu, perlu ada lingkaran yang lebih luas lagi dari biasanya.
Poin selanjutnya adalah percaya diri bukan hanya masalah mau atau tidak mau, bukan hanya bagaimana menguasai diri. Tapi ada juga penguasaan konten/materi yang turut berpengaruh terhadap sifat ini. Temukanlah cara efektif untuk penguasaan konten yang perlu kamu sampaikan. Jangan sampai ketika kamu sudah ada dalam fase percaya diri penuh, tapi kamu tidak menguasai konten. Temukanlah caramu sendiri untuk menguasai diri dan konten sekaligus.
Bagaimana, apakah kamu sudah percaya diri sekarang?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...