Inspirasi

Belajar dari Terlambat…

Pernahkah kau terlambat?

Entah itu terlambat masuk kantor, terlambat makan, terlambat lulus, terlambat mengejar pesawat, dan terlambat lain-lainnya. Memang, terlambat adalah suatu situasi ketika dihadapkan dengan ketidaknyamanan karena di sana ada ketidaksesuaian timing dengan sesuatu yang sudah ‘dicocokkan’ dengan standar kita (baca: manusia). Nah, ketika keterlambatan itu terjadi sudah lumrah jika kita sibuk memperhatikan pengukur waktu karena ingin mengejar keterlambatan tersebut. Dan ketika itu semakin munculah rasa tidak nyaman, rasa bersalah, dan berbagai rasa negatif lainnya. Pernahkah kau coba lihat dari sisi yang berbeda? Psst, ini bukanlah pembelaan diri jika kalian terlambat ya. Ini hanya sekedar memberikan sudut pandang yang berbeda menyikapi keterlambatan (dalam berbagai aspek)! Seperti yang kurasakan tadi pagi. Sebenarnya aku tidak terlambat pergi dari rumah menuju kantor, seperti biasa aku berangkat pukul 06.30. Ini hanya masalah perbedaan pilihan kendaraan saja, yang biasanya aku menggunakan kendaraan roda dua, tadi pagi aku menerima tawaran kakakku untuk berangkat kerja bersamanya menggunakan kendaraan roda empat dan hasilnya adalah aku terlambat! Biasanya ketika terlambat jangankan memperhatikan pemandangan sekitar, pandangan kita tak lepas dari jam tangan dan lampu lalu lintas. Namun, hal berbeda terjadi pagi tadi. Seakan pemandangan ingin mencuri perhatianku dan benar saja sungguh indah ternyata ketika langit pagi hari berhias pemandangan gunung terpajang di hadapanku. Hal indah yang (lagi-lagi) sering luput dari perhatian ketika kita terlalu fokus pada satu tujuan.

‘Fenomena pagi’ tadi seakan menyindir akan over focus yang sering aku lakukan. Ketika kita (terlalu) fokus pada satu hal, tanpa sadar kita sering mengabaikan keseruan-keseruan yang sebenarnya bisa dinikmati dalam perjalanan-perjalanan dalam mencapai tujuan. Selama keseruan tersebut tidak mendistraksi perjalanan kita, kupikir ‘distraksi’ tersebut justru dibutuhkan untuk me-refresh semangat selama perjalanan. Bagaimanapun, ketika kita fresh selama perjalanan, kita pun dapat menikmati akhir perjalanan dengan fresh bukan?
Pilih mana, memiliki akhir perjalanan yang fresh atau kepayahan?
Bagaimana tertarik mencoba perspektif alternatif?

Catatan:
– perspektif ini mungkin bisa memberikan dampak berbeda bagi setiap orang !!!
– pemandangan ini adalah yang mencuri perhatianku ketika aku terlambat pagi tadi

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...