Inspirasi

Pernah Terkena Jebakan Rasa?

Mimpi, ini adalah salah satu hal yang diingini oleh setiap orang. Mimpi bisa berupa rasa, keadaan, pencapaian, atau apapun bentuknya. Mimpi, ini juga yang menyadarkan kita bahwa kita semua memiliki misi dalam hidup ini. Hidup bukanlah sekedar bernafas, makan, tidur, lalu melewatkan waktu begitu saja hingga Tuhan memanggil kita kelak. Hidup adalah fase di mana kita mengoptimalkan potensi diri dan menyebarkan manfaat seluas-luasnya. Hidup adalah fase diujinya kepercayaan kita kepada Sang Maha Pencipta. Kepercayaan yang diuji melalui episode-episode yang kita lalui. Episode dengan berbagai varian rasa. Episode yang mungkin bisa membiaskan tujuan hidup kita (baca: mimpi). Episode yang bisa menguatkan atau melemahkan percaya kita kepada Tuhan. Episode yang bisa mengingatkan atau melupakan kita akan pentingnya doa. Episode yang meyakinkan atau meragukan kita akan keutamaan proses. Episode yang bisa membawa kita pada pilihan arah hidup untuk kehidupan kita yang selanjutnya.
Hidupkan hidup! Hidup bukan sekedar hidup, tapi hidup adalah proses mengaktifkan jiwa dan raga. Jiwa untuk merasakan suara hati, jiwa perasa benar tidaknya langkah yang kita ambil. Jiwa yang perlu diolah kepekaannya dalam menjalankan diri sebagai makhluk sosial. Raga yang tentu saja mendukung diri untuk dapat menjalankan berbagai peran dalam hidup. Hidupkan jiwa dengan banyak berlatih mengasah kemurniannya dalam membaca suara hati kita dan ’hati-hati’ orang di sekitar kita.
Rasa, ini adalah bagian yang sangat dinamis dalam hidup ini. Bahagia, takut, sedih, marah, kecewa, dan berbagai varian lainnya. Ada berjuta pengolah rasa. Ada kalanya sama, namun ada kalanya sungguh bervarias bagi setiap orang. Salah satu ‘penjebak’ rasa adalah ketika seseorang belum tepat dalam mengidentifikasi indikator rasa. Hidup bisa dijalani dengan lebih ringan ketika kita memiliki indikator rasa yang tepat. Indikator yang juga sedang berusaha kupahami adalah indikator proses! Selama ini kita sering menjadikan hasil sebagai indikator rasa. Hal ini lah yang dapat membuat seseorang mengalami demotivasi ketika ia tidak berhasil meraih apa yang diingininya. Hal inilah yang bisa membuat seseorang frustasi ketika mendapati kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Jika kita amati lebih dalam, keberhasilan adalah bagaimana seseorang bisa menunjukkan sikap pantang menyerahnya dalam mengerjakan ujian masuk ke perguruan tinggi BUKAN ketika namanya tertera di daftar peserta yang lulus masuk ke perguruan tinggi. Hal yang sama terjadi dalam proses kita berdoa kepada Tuhan. Berhasil adalah ketika kita konsisten berdoa dengan khusuk dalam meminta nilai yang tinggi dalam ujian misalnya BUKAN ketika kita mendapatkan nilai yang tinggi. Keberhasilan terletak pada proses, bukan hasil!
Bagaimana, apakah kalian pernah terkena jebakan rasa?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...