Pendidikan

Proses vs Hasil

Pernahkah kau merasa tidak sedang menjadi diri sendiri?
Bagaimana rasanya?
Nyamankah?
Ringankah?
Aku pernah merasakannya dan itu terasa sangat tidak nyaman! Sama sekali tidak enak dan rasanya sangat tidak ingin berlama-lama berada dalam posisi tersebut. ketika itu aku kemudian menceritakan perihal ini pada seorang kawan. Dan dari obrolan kami, terungkaplah bisa jadi salah satu penyebab hal ini adalah karena pada saat itu aku terlalu fokus pada tujuan (baca: hasil) dari kegiatan yang sedang kujalani. Aku tidak menjadi diri sendiri karena sibuk memikirkan aku harus menjadi seperti apa supaya berhasil.
Tidak ada yang kebetulan juga jika pada minggu sebelumnya aku berkesempatan berada dalam kegiatan sharing bersama seorang dosen senior psikologi mengenai psikologi positif. Ternyata psikologi positif adalah salah satu paradigma baru dalam dunia psikologi. Ini bisa jadi mematahkan paradigma-paradigma dalam psikologi tradisional. Kembali lagi pada poin bahasan ya. Intinya ternyata ketika kita berfokus pada tujuan, ini justru seakan ‘mengunci’ karakter-karakter yang justru bisa bertumbuh dalam proses pencapaian tujuan tersebut. Lantas what suppose to do? Apakah ini menjadikan bahwa tujuan (baca: hasil) itu tidak penting lagi? Tentu saja tujuan (tetap) penting, hanya saja definisi tujuan tersebut yang perlu kita lihat kembali. Misal nih, dalam dunia pendidikan jika anak bisa membaca adalah tujuan, para orang tua akan lebih fokus untuk melakukan berbagi daya upaya agar anak bisa membaca. Ketika ini terjadi, berbagai karakter yang tumbuh dalam proses menuju anak bisa membaca ini justru tidak terperhatikan perkembangannya. Padahal justru karakter dalam proses anak bisa membaca inilah yang akan men-drive anak dalam proses-proses belajar selanjutnya. Ekses negatif ketika orangtua berfokus (hanya) pada tujuan juga lah yang bisa memberikan beban tersendiri pada anak. Lantas bagaimana selanjutnya? Hargailah proses! Berikan pemahaman ini pada anak dengan memberikan feedback pada sikap mereka. Misal: “Kamu hebat sudah terus berusaha mencoba membaca suku kata.”
Berfokus pada proses ini juga lah yang mengingatkanku kemudian pada pentingnya doa dan bukannya hasil. Doa adalah representasi dari usaha dan hasil adalah representasi pada ketetapan Tuhan. Manusia diwajibkan untuk berusaha, sedangkan untuk hasil yakinkanlah itu pada ketetapan Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan mengetahui yang terbaik bagi hambanya.
So, jika kamu merasa … (aku belum menemukan padanan kata yang pas) atas sesuatu, periksalah kembali apa yang menjadi fokus utamamu! Berfokus pada proses atau hasilkah dirimu?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...