Cinta, ini tak lepas dari kehidupan kita. Tak lepas sedikit pun…
Allah sudah menciptakan kita lengkap dengan seperangkat cinta…
Lantas mengapa tak jarang kita jumpai orang yang seakan tak dicinta, sendiri, dan sepi?
Cinta ini adalah tentang merasa. Cinta selalu ada di sekitar kita. hanya masalahnya adalah apakah kita merasakan atau tidak?
Mungkinkah kita merasa tidak dicinta karena justru kita tidak dapat mengidentifikasi wujud cinta itu sendiri?
Inilah uniknya cinta, ia bisa datang dalam berjuta bentuk. Namun ini bukan juga masalah bentuk atau rupanya.
Cinta adalah bagaimana kita dapat ‘merasakan’ dengan hangat apa yang ada di sekitar kita.
Ya, bagaimana merasakan cinta itulah poin dari cinta itu sendiri.
Salah satunya yang kurasakan pagi ini, ketika semalam aku menginginkan lasagna. Alhamdulillah aku mendapatkan lasagna tersebut di pagi hari. Takjubnya aku, menyampaikan keinginan ini kepada temanku yang bernama A. Eh, aku mendapatkannya malah dari teman yang bernama B. Dan ke-2 temanku ini bekerja di kantor yang berbeda! Artinya tak satu pun dari mereka yang bertukar informasi bahwa ada aku yang menginginkan lasagna ini.
Cinta lainnya yang kurasakan selanjutnya adalah aku membaca sebuah postingan seseorang dari kantor lamaku yang masih mengingatku! Aku tak menyangka postingannya berhasil mengusir sepersekian lelah yang sedang kurasakan sepulang bekerja.
Cinta selanjutnya yang terasa adalah ketika tiba-tiba kamu mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan sebuah proyek yang sudah kamu tunggu-tunggu sejak lama.

Lasagna, postingan, teman, proyek, dll adalah media penghantar cinta. Cinta sendiri tersebut adalah bagaimana kita melihat, memproses, dan kemudian merasakan media-media yang datang silih berganti di kehidupan kita.

Selamat menikmati cinta-cintamu…

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...