Inspirasi

‘Berjalan-jalanlah’, Jika …

Pernahkah kau merasa jenuh dengan rutinitasmu, ketika kamu merasa kamu melakukan hal yang sama setiap harinya, ketika melihat hari-hari rasanya hanya memiliki warna hitam dan putih?
Mengapa jenuh? Karena dalam rutin kita cenderung melihat hal yang sama setiap harinya. Ketika kita hanya berada dalam kubikel kita dan melihat monitor, kalender, pesawat telepon, dan tumpukan berkas dengan ‘warna’ yang sama.
Mengapa jenuh? Karena kita merasa hanya kita yang merasakan masalah yang pelik setiap harinya dan itu terulang lagi dan lagi.
Mengapa jenuh? Karena mungkin ada niat yang perlu diluruskan lagi di sana.

Jika kamu sedang merasakah hal seperti itu, berjalanlah! Berjalan sejenak untuk melihat warna-warna lainnya.
Mengapa perlu berjalan? Dengan berjalan kamu dapat menemukan bagian ‘dunia’ lainnya dalam kehidupanmu. Kehidupan itu adanya bukan hanya di dalam kubikel (saja). Kehidupan tidak seterbatas itu. Ada banyak tempat (indah) lain yang bisa kamu singgahi.
Mengapa perlu berjalan? Dengan berjalan kamu akan menemukan bahwa setiap individu dihadapkan dengan dinamika-dinamikanya masing-masing. Tak perlu merasa paling pelik! Pelik terasa ketika kita belum bisa mengoptimalkan hati dan pikiran.

Ketika setiap harinya kamu hanya melihat, mendengar, dan merasa hal yang sama. Optimalkan inderamu juga untuk mendengarkan perbincangan yang lain. Jika kamu seorang dokter, dengarkan juga perbincangan seorang dosen yang menceritakan dinamikanya bersama mahasiswa-mahasiswanya setiap hari. Jika kamu seorang ibu rumah tangga, dengarkanlah perbincangan seorang sarjana sipil yang setiap hari bingung berkutat dengan hitungan RAB gedung-gedung yang sedang dihitungnya. Berprofesi sebagai apapun dirimu, coba untuk nikmati profesi tersebut lengkap dengan dinamikanya. Mungkin ada banyak orang di luaran sana yang menginginkan posisimu. Setelah berjalan-jalan dengan langkah kakimu, berjalan-jalanlah juga dengan pikiranmu untuk mengecek adakah niat yang perlu diluruskan lagi.

‘Berjalan-jalan’ lah, karena jalan ada untuk dijalani!

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...