Pernahkah engkau mengenal orang yang hanya baik kepada kita ketika ada maunya saja?
Ketika tidak ada yang dibutuhkan (dari kita), maka ia tidak sebaik ketika ada maunya.
Bagaimana menurutmu orang dengan kepribadian seperti itu?
Akankah engkau menyukainya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas mengingatkanku kepada bagaimana interaksi kita dengan Allah. Bagaimana hubungan kita dengan Allah di waktu kita merasa butuh pertolongan Nya dan di waktu kita merasa sedang tidak butuh. Apakah ada perbedaan kualitas interaksi dengan perbedaan kondisi tersebut? Pertanyaan ini tentunya akan lebih mengena dengan jawaban yang didapatkan dari hati terdalam masing-masing.

Kondisi kita sekarang adalah kondisi terbaik yang sudah Allah berikan pada kita. Dalam kondisi apa pun sekarang kita, ini adalah kondisi terbaik yang sudah dicocokkan dengan kebutuhan kita masing-masing. Mengapa masing-masing, karena kebutuhan manusia ini ternyata adalah personal. Kondisi teman kita belum tentu cocok dengan kita juga sebaliknya.

Ketika saat ini kondisimu sedang ada di atas angin, bisa jadi Allah sedang menguji dirimu ketika engkau dihadapkan dengan kesuksesan, hal apa yang akan kau lakukan dengan kesuksesanmu. Begitu pula ketika misalnya kondismu sedang kurang menyenangkan, apa yang akan kau lakukan dalam ketidakmenyenangkan tersebut.

Yang manakah kita, baik ketika sedang ada maunya atau baik dalam setiap kondisi?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...