Inspirasi, ,

Belajar Berbaik Sangka Tentang Rezeki dari Kisah Kodok, Semut, dan Cacing Buta

Beberapa hari yang lalu tak sengaja aku melihat sebuah film pendek mengenai ini. Ini adalah kisah Nabi Sulaiman yang sedang memperhatikan kodok dan semut. Suatu hari di tepi kolam, Nabi Sulaiman memperhatikan ada seekor semut yang membawa makanan. Ia pergi mendekati kodok yang berada di tepi kolam dan kemudian masuk ke dalam mulut kodok tersebut.

Tak lama kemudian kodok berenang dan masuk ke dalam kolam dengan semut yang berada di dalam mulutnya. Beberapa waktu berselang, Nabi Sulaiman melihat kodok tersebut menepi dan menurunkan semut kembali ke darat. Semut keluar dari mulut kodok. Namun, Nabi Sulaiman melihat bahwa semut tersebut tidak lagi membawa makanan yang tadi di awal dibawanya ke dalam mulut kodok.

Kemudian, Nabi bertanya apa yang dilakukan oleh mereka. Kemudian semut menjelaskan bahwa dia diperintahkan untuk memberi makan seekor cacing buta yang ada di palung kolam. Cacing buta itu tidak bisa mencari makan dan semut butuh bantuan kodok untuk bisa masuk ke tempat di mana cacing buta itu berada.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa Allah memiliki sifat Ar Razak, ya Allah adalah pemberi rezeki. Menurut logika, akan sangat sulit seekor cacing buta yang berada di tempat yang sulit dijangkau di dalam kolam mendapatkan makanan. Namun, jika Allah berkehendak, semua makhluknya tanpa terkecuali akan mendapatkan rezeki. Rezeki bukanlah datang

Kalau belajar dari kisah ini, rezeki tidak hanya datang dari sumber yang kita perkirakan. Rezeki bisa datang dari sumber-sumber yang bahkan tidak kita duga sama sekali. Cerita ini juga mengajarkan kita untuk berbaik sangka atas segala sesuatu, khususnya yang berhubungan dengan rezeki.

Selamat pagi dan bersemangatlah dalam melakukan berbagai aktifitas hari ini!

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...