Minggu lalu aku memesan barang secara online lewat program pre order. Barang diproduksi sesuai dengan jumlah pemesannya. Lewat program pemesanan barang seperti ini, biasanya barang akan dikirim serentak. Ya, barang dikirim pada waktu yang sama. Dalam pikiranku, barang tersebut akan sampai 1-2 hari.

Ketika aku melihat update dari penjual barang tersebut di internet, ternyata sudah banyak pelanggan barang yang barangnya sampai. Di sini lah aku mulai bertanya-tanya, “Mengapa barang pesananku belum sampai juga?” Aku yang awalnya aku tidak terlalu memperhatikan jika toko online tersebut mengirimkan resi pengiriman, akhirnya mencari kembali resi tersebut.

Mulailah aku melacak sudah ada di mana barang pesananku. Aku kaget, berdasarkan pelacakan ternyata barangku berada di Sukabumi! Di laporan pengecekan tersebut tertulis status paket yang berisi barang pesananku adalah ‘misroute’ atau salah rute. Aku baru mengalami hal yang seperti ini. Aku baca di internet, jika status barang seperti ini (baca: misroute) yang perlu dilakukan adalah menghubungi toko di mana kita memesan barang atau melaporkan pada pihak ekspedisi.

Setelah aku menghubungi toko, aku cek berkala di mana posisi paketku. Ini jadi hal yang kulakukan di pagi hari. Terakhir laporan pelacakan, paketku berada di tangan kurir dari Sukabumi menuju ke kotaku. Aku percaya bahwa barang pesananku akan tiba di saat yang tepat, terlepas dari ia mengalami misroute dan berujung keterlambatan.

Paket mosroute ini mengajarkanku untuk bersabar. Ada kalanya kita merencanakan atau merancang sesuatu untuk terjadi di waktu tertentu. Tapi tentunya segala sesuatu terjadi, tak lepas dari pengaturan Allah. Kemarin dan hari ini tampaknya belum menjadi saat yang tepat aku membaca buku yang kupesan. Aku masih harus bersabar menantikan kedatangan buku yang mengalami misroute ini.

Apakah kalian pernah mengalami hal yang sama?

Author Since: Aug 04, 2018

Mata buku, mata dengan jendela untuk melihat berbagai indah kehidupan...